Tampilkan postingan dengan label Pemerintahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemerintahan. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Desember 2014

Gub Tuntut Kompensasi Jaga Hutan Lindung

TNKS 

BENGKULU – Provinsi Bengkulu yang berada pada wilayah geografis yang kurang menguntungkan, karena diapit oleh dua Taman Nasional. Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Justru karena diapit oleh dua taman nasional inilah yang menyababkan Provinsi Bengkulu kurang strategis. Bahkan dianggap sebagai wilayah timur yang ada dibagian barat. 

Lalu Pemerintah memiliki kewajiban untuk menjaga hutan lindung dan taman nasional tersebut. Namun apa yang didapatkan oleh pemerintah. “Kami merasa setelah 46 tahun menjaga hutan lindung tidak mendapatkan kompensasi sama sekali dari pemerintah pusat,” ujar Junaidi saat menyampaikan materi dalam seminar tentang Undang-Undang  no 6 tentang Desa hotel Santika, Sabtu (11/10). 

Menurut dia anggapan yang menyebutkan Provinsi Bengkulu adalah wilayah timur yang ada di barat ini sangat menyakitkan karena dengan penyebutan demikian membuat perhatian pemerintah pusat kurang sekali. Bahkan  terkesan miskin walaupun memang kenyataanya miskin.

“Saya sampaikan demikian karena selama ini perhatian pemerintah pusat terhadap Bengkulu sangat kurang sekali. Sehingga seolah-olah wilayah timur yang ada di bagian barat,” jelas dia. 

Dijelaskan dia bila ada kompensasi terhadap penjaga hutan lindung tersebut khususnya dari pemerintah pusat maka dipastikan akan semangat menjaganya. “Selama ini hanya menakut-nakuti masyarakat saja bila masuk dalam hutan lindung lalu ditangkap polisi hutan. Padahal masyarakat terpaksa melakukannya karena memang tuntutan hidup,” jelas dia. 

Sementara itu Rektor Universitas Bengkulu Dr. H.Ridwan Nurazi, SE, M.Sc Akt menjelaskan jika berbicara mengenai Potensi sumber daya manusia (SDM) Universitas Bengkulu telah mencekat SDM yang handal bahkan alumni Unib sudah mencapai 37 ribu sarjana. “Sudah ada 37 ribu sarjana lulusan Unib dan itu semuanya sudah menyebar di seluruh Indonesia. Unib terus berkomitmen untuk meningkatkan SDM dan berkomitmen membantu pemerintah dalam menciptakan SDM yang handal,” tutup dia. (hcr)

Minggu, 07 Desember 2014

Selangkah Lagi Rel KA Bengkulu-Sumsel Jadi Kenyataan

Ilustrasi Rel KA yang menghubungkan Bengkulu - Sumsel
BENGKULU – Selangkah lagi pembangunan rel kereta api (KA) Bengkulu-Sumsel akan terwujud. Pasalnya Dirjend Kereta Api mendukung penuh langkah tersebut. Apalagi setelah mendengarkan Gubernur Bengkulu H. Junaidi Hamsyah, M. Pd mengekpose rencana pembangunan rel kereta api yang menghubungkan Bengkulu–Sumsel (Muara Enim).  Di hadapan Dirjend Kereta Api Hermanto D, Bersama PT. Mandela Resource Partnership dan PT. BHI Investor Korea. “Masih ada beberapa persyaratan yang belum lengkap dan harus segera dilengkapi,” kata Dirjend Kereta Api Hermanto D saat memberikan masukan kepada Gubernur Bengkulu dalam pertemuan tersebut, Kamis (25/9).

Hermanto menyarankan segera membentuk tim di Pemprov Bengkulu, Pemda Muara Enim, Kemenhub KA dan dari pihak PT Mandala Resource serta Bappenaas untuk mempelajari dan mencari titik sentran yang pas. “Silakan dibentuk tim untuk melakukan kajian lebih lanjut,” katanya. 
 
Pihak Dirjend Kereta Api memberikan kesempatan tim yang dibentuk tersebut untuk sama-sama bekerja hingga akhir 2014 ini. “Silakan tim bekerja dulu sampai dengan akhir 2014 ini, sambil melengkapi bila ada dokumen yang kurang,” tambahnya.
 
Bila memang sudah mendapatkan hasil di lapangan saat tim sudah bekerja silakan laporkan kepada Dijend Kereta Api dan akan segera ditindak lanjuti. “Konsepnya silakan membangun namun yang sesuai aturan yang ada jadi silakan dikaji bersama dengan tim yang dibentuk dan bila sudah dan hasilnya silakan laporkan,” tegasnya.
 
Sementara itu Gubernur Bengkulu H. Junaidi Hamsyah, mengatakan selesai ekspose tersebut membuat pemerintah Provinsi Bengkulu semakin optimis akan keberhasilan Proyek tersebut. “Kita semakin yakin dengan hasil ekspose tadi lebih-lebih orang pusat sangat antusias,” jelas dia.
 
Hanya saja untuk tahap awal ini akan dibentuk tim untuk melakukan pendataan dan kelengkapan administrasi sesuai dengan saran oleh pihak Dirjend KA tersebut. Proyek yang dinamakan pembangunan jalur Kereta Api Bengkulu-Muara Enim dan pelabuhan dengan model KPS. Dimana lingkup Proyek Jalur KA doubel track 230 KM, dan jalur truck hauling Bengkulu lahat sepanjang 200 KM.
 
“Saya berharap kepada masyarakat Bengkulu untuk sama-sama mendukung rencana besar tersebut dan saya akan terus berjuang untuk mewujudkan impian bersama tersebut, sehingga Provinsi Bengkulu dapat keluar dari keterisolasian dari provinsi lain seperti selama ini,” tutupnya. (hcr)

Sabtu, 06 Desember 2014

Tiga Masalah Utama Pengelolaan Aset Daerah

BENGKULU – Tim Auditor BPK RI Perwakilan Bengkulu, Marius Sirumapea mengatakan ada tiga masalah utama dalam pengelolaan aset daerah. Ketiga masalah tersebut adalah kesalahan dalam pencatatan aset, lalu aset tercatat ganda dan yang ketiga adalah dicatat namun tidak lengkap. 
Selain itu adanya pula aset hibah belum didukung dengan berita acara, lalu aset yang dikuasai oleh pihak ketiga dan aset yang sedang bermasalah. 
“Tiga masalah utama tersebutlah yang mempengaruhi penilaian Opini wajar tanpa pengecualian,” ujar dia saat memaparkan materi tentang peningkatan kinerja pengelolaan daerah di Gedung BPK RI, Kamis (18/9). 
Tim Auditor BPK RI Perwakilan Bengkulu 

Rata-rata kabupaten kota yang belum mendapatkan WTP tersebut karena bermasalah dengan Aset daerah. Daerah tersebut belum bisa mengelola aset dengan baik. “Padahal salah satu item penilaian yang dilakukan dalam pelaporan adalah pengelolaan aset daerah,” ujar dia. 
Aset pemerintah daerah tersebut adalah berupa aset tetap yakni tanah, perlatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan irigasi dan jaringan, aset tetap lainnya dan kontruksi dalam pengerjaan. 
“Aset adalah sumberdaya ekonomi yang dikuasai dan atau dimiliki oleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan darimana manfaat ekonomi atau sosial dimasa depan dapat diharapkan dan dapat diperoleh, baik oleh pemerintah atau masyarakat, serta dapat diukur dalam satuan uang, termasuk sumberdaya non keuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum,” kata dia. 
Sedangkan mengenai klasifikasi ada aset lancar diantaranya, kas dan setara kas, investasi jangka pendek, piutang dan persediaan. Lalu aset non lancar yang mencakup aset bersifat jangka panjang dan aset tak berwujud, yang digunakan langsung atau tidak langsung untuk kegiatan pemerintah atau yang digunakan masyarakat umum. Yakni investasi jangka panjang, aset tetap, dana cadangan dan aset lainnya. 
Marius Sirumapea menyatakan sudah menjadi tugas BPK untuk ingatkan pemerintah agar aset yang dimiliki benar-benar diketahui sehingga saat pemeriksaan benar-benar ada asetnya. 
“Contoh aset Pemda Provinsi di Kepahiang yakni lahan SPP Kelobak, hal ini memungkinkan untuk dua kali tercatat, tercatat di Kepahiang dan tercatat di Pemda Provinsi,” ujarnya. 
Hal inilah yang membuat persoalan dalam pelaporan dan menjadi catatan BPK. Selain itu biasanya pemerintah daerah selalu membebankan kepada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) untuk mencatat asetnya. 
“Harusnya masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) memiliki catatan aset tersendiri, sebab bila dibebankan dengan DPKAD wajar kalau mereka banyak yang tidak tahu. Sebab mereka tidak bersentuhan langsung dengan aset tersebut,” tutupnya. (hcr) 

Nilai Aset Pemerintah Provinsi Bengkulu, Kabupaten/Kota 
Nama Nilai Aset 

Provinsi Bengkulu 2.919.955.605.009; 
Kota Bengkulu    1.869.250.661.538; 
Bengkulu Utara    2.090.337.985.965; 
Bengkulu Selatan 1.173.520.395.449; 
Rejang Lebong 1.619.532.679.843; 
Kepahiang        1.545.905.277.152; 
Lebong          1.500.224.333.301; 
Mukomuko         1.342.012.079.108; 
Kaur            990.790.062.767; 
Bengkulu Tengah   846.756.481.736; 
Seluma          1.372.573.868.243;
Keterangan: Data BPK RI 

Evakuasi Daerah Terpencil Luput Dari Perhatian

Add caption
BENGKULU - Dari hasil pelatihan persiapan operasi ala kodam II Sriwijaya untuk penangulangan bencan alam gempa bumi di Bengkulu. Selama dua hari tanggal 11-12 September 2014, ternyata ada yang luput dari perhatian yaitu simulasi evakuasi korban bencana gempa bumi di daerah terpencil seperti daerah Enggano. 
Danlanal Bengkulu Letkol Laut P Amrin Rosihan yang terlibat langsung dalam latihan dimana skenarionya dimainkan seolah-olah di Bengkulu terjadi gempa bumi dengan kekuatan 7,9 skala ricter, ada beberapa daerah yang cukup parah terkenan goncangan gempa bumi yaitu di Kelurahan Teluk Sepang, Sumber Jaya di Kelurahan Kampung Melayu, di kawasan Lempuing, Pasir Putih dan di Suprapto. Sedangkan di kabupaten lain seperti Benteng, Bengkulu Utara dan Muko-muko mayoritas daerah pesisir menjadi korban bencan alam, termasuk di Kabupaten Seluma, Bengkulu Selatan dan Kaur, ternyata ada yang terlupakan yaitu masyarakat yang tinggal di Pulau Enggano yang berjumlah sekitar 3000 orang lebih. “Kami angkatan laut siap melakukan evakuasi terhadap masyarakat di Enggano bila memang terjadi bencana, hanya saja saat ini terkendala oleh perahu, saat ini perahu yang ada lima unit perahu cepat, dari 12 jam dapat ditempuh menjadi lima jam,” ujar dia kepada jurnalis, Sabtu (13/9)
Memang benar tujuan dari pelatihan yang dilaksanakan untuk menguji kesiapan prajurit dibawah jajaran kodam II Sriwijaya. “Kami dari TNI AL juga dilibatkan, selama pelatihan pertahanan instansi dilaut memang tidak ditonjolkan dan inipun gempanya disimulasikan di daratan,” ujarnya. 
Seharunya TNI angkatan laut juga ditonjolkan sebab jika bandar udara tidak bisa dimafatkan jalan putus, maka satu-satunya adalah lewat isntansi laut. “Itu adalah tugas TNI AL,” ujar dia. 
Provinsi Bengkulu ini potensi terbesar terjadi gempa bumi berada di lautan dan yang menjadi korbanya adalah mayoritas masyarakat yang tinggal disekitar pesisir pantai termasuk warga Kota Bengkulu. "Gempa bumi di Bengkulu ini biasanya sumbernya berada di bawa laut, walaupun TNI AL kurang diperankan padahal instansi ke maritiman aset tidak banyak maka kesiapsiagana isntasi maritim tidak terujikan. Kami sendiri hanya ada lima kapal patroli kecil kapasitas normal 30 orang,,” ujar dia. 
Walapun ada KRI itu bisa didatangkan dari Jakarta dan TNI berharap pelatihan kedepannya bisa dilibatkan instansi laut, baik itu Basarnas, Angkatan laut, instansi maritim sehingga bisa berperan. “Buktinya di Aceh yang bisa memndatangi pulau-pulau kecil dan memandu kapal-kapal asing adalah angkatan laut, jadi kedepannya jangan sampai TNI AL dilupakan," tutupnya. (hcr)

Wapres Serahkan Penghargaan WTP Bengkulu

BENGKULUPemerintah RI kembali menganugerahkan penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap pemerintah daerah yang dianggap baik dalam pengelolaan keuangannya. Penghargaan inipun juga diterima Pemprov Bengkulu.

Keberhasilan pemprov mempertahankan opini WTP hingga tiga kali berturut, 2011, 2012 dam 2013, membuat Bengkulu masuk nominasi untuk penghargaan WTP dari Kementerian Keuangan yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Boediono, Jumat (12/9), usai Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2014, di Jakarta.

Usai kegiatan, Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah, SAg, M.Pd di Bengkulu mengatakan, keberhasilan Bengkulu marih penghargaan tersebut wajib dipertahankan pada tahun berikutnya. Karena itu, direncakan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemprov Bengkulu diikutkan kegiatan Pendidikan dan Latihan perihal penanganan aset, pengelolaan anggaran hingga ke laporan pertangggungjawaban. 

"Muara dari pelatihan tersebut adalah agar opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) tetap dapat diraih oleh Pemprov Bengkulu,” ujar Gubernur Bengkulu H. Junaidi Hamsyah, M.Pd, 

Pendidikan dan Pelatihan tersebut, sudah menjadi janji dari Pemerintah Pusat bagi setiap daerah yang berhasil meraih WTP. "Biar kedepan pelaporan kita akan menjadi lebih baik lagi dan predikat WTP bisa tetap dipertahankan," tutup Junaidi. (hcr)

Sambutan Laksana Raja

Yang Tersisa dari Kunjungan Gubernur dan Danrem 041/Gamas ke Desa Bandar Agung RL

CHRISTOPHER-BENGKULU
----------------------

WAKTU menunjukkan pukul 08.10 WIB pada hari Sabtu (30/8). Gubernur H.Junaidi Hamsyah bersama Danrem Kol. Inf. Achmad Sudarsono, Asisten II Pemprov Ir. Edy Waluyo, kepala dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Drs. Misran Musa, PLT Kadis PU Provinsi Ir. Anwar Yasin, dan pejabat teras pemdaprov lainnya meninggalkan Gedung Daerah menuju dusun Bandar Agung untuk menutup acara TMMD Imbangan di Rejang Lebong. 
Gub dan Danrem diserbu warga untuk berjabat tangan

Perjalanan menuju lokasi tersebut bukanlah mulus laksana jalan di kota namun harus ditempuh dengan menggunakan kendaraan dobel gardan dan waktu cukup panjang. Banyaknya lubang jalanan dan sulitnya medan menjadi tantgangan tersendiri bagi tim yang ikut serta. 

Parahnya jalan dan tersebut terbukti dengan ada beberapa orang anggota rombongan harus mengeluarkan lontong yang sempat dimakan saatg sarapan di Gedung daerah. Lontong keluar lagi karena terombang ambing karena lubang jalananan yang menganga berisi air kubangan. 

Perjalanan baru terasa berat setelah melewati kabupaten Kepahiang, lalu melewati kebun teh kabawetan. Dimana perjalanan mendaki dan sempit harus dilalui oleh iring-iringan puluhan kendaraan rombongan Gubernur dan Danrem. 

Rasa letih, lelah seakan sirna setelah menyaksikan pemandangan yang indah di kanan dan kiri jalan hamparan nan hijau dari kejauhan. 

Pemandangan dengan latar belakang Gunung yang hijau dari kejauhan dan hamparan kebun kopi serta kebun sayur warga seolah menghilangkan semua penat, pusing, mual dan tajamnya bau mobil bercampur dengan bau keringat penumpang hilang lah sudah. 
Warga Bediri sambut Gubernur dan Danrem

Aspal yang mulai terkelupas dan batu-batu koral yang berserakan seolah menambah semarak goyangan kendaraan yang meliuk-liuk mencari posisi yang nyaman untuk tancap gas mengejar rombongan agar tidak terputus iring-iringan, karena kalau terputus berpotensi tersesat dan tidak sampai pada tujuan.  

“Kita memasuki daerah Wajib Goyang (WG),” kata Noca Almansyah, seorang jurnalis lokal yang ikut rombongan Gubernur untuk mempublikasikan momen penting bagi warga dusun Bandar Agung dan sekitarnya. 

Sebelum tiba di lokasi rombongan beristirahat di Desa Sinar Gunung di kecamatan Sidang Dataran. Dipilihnya lokasi tersebut untuk istirahat karena jaraknya yang tidak terlalu juah dengan lokasi acara namun jalurnya cukup berat. 

Jalan yang akan dilalui adalah jalan menurun dengan kemirinan sekitar 35 derajad dan harus melalui jembatan kayu yang licin, bila hujan mengguyur, laksana off road. 

Namun bagi warga yang tinggal di Kecamatan Sindang Beliti Ulu, jalan yang licin dan berlumpur tersebut bukanlah hambatan untuk tetap melintas, karena sudah dilakukan penyesuaian diri terhadap kondisi alam dan lingkungan. 

Dengan memodifikasi sepeda motor bebek menjadi motor yang dapat melalui medan berlumpur dengan mengkrempangi sedemikian rupa agar bila jatuh tingkat kerusakannya bisa diminimalisir. Warna sepeda motor krempang warga jelas sudah berubah menjadi kuning lumpur. 

Ban motorpun dipasang khusus untuk trek tanah, berlumpur dan licin itupun harus dipasang rantai agar dapat berjalan dikala hujan menguyur dan mengenangi air saat jalan menanjak dan menurun. 

Bahkan ban sepeda motor itu pun masih harus ditambah potongan rantai motor yang dibuat sedemikian rupa agar dapat dipasangkan pada ban motor tersebut agar trek licin dan berlumpur bisa dilalui. 

Disisi kanan jembatan terpampang tulisan kendaraan bermotor dilarang menggunakan rantai ban bila melewati jembatan ini. Larangan dipasang dipinggir jembatan  tersebut untuk megingatkan warga agar jembatan tersebut bisa bertahan lama. 

Disisi kanan dan kiri jalanan nan sempit berbaris rapi siswa SD berseragam pramuka sambil melambaikan tangannya mengarah ke iring-iringan kedaraan dinas pemerintah provinsi Bengkulu ini. 

Seolah menyambut sang raja, lambaian tangan siswa dan masyarakat mampu menghilangkan semua hal buruk tentang jalur yang ditempuh.

Begitu antusiasnya warga sehingga rela meliburkan diri dari rutinitas hariannya kekebun demi untuk menantikan kedatangan gubernur dan rombongan. 

Kehadiran pejabat sekelas Gubernur, Bupati dan Kepala Dinas ditengah masyarakat menjadi pemandangan yang langkah bagi warga desa. 

Bertemunya pejabat dan warganya tentu akan berdampak bagi pembangunan di desa Bandar Agung. Banyak hal yang bisa dijadikan dasar untuk mengambil kebijakan yang berpihak pada warga desa Bandar Agung ini. 

“Kami sangat senang jika ada pejabat yang mau berkunjung ke daerah kami, Cuma jangan hanya berkunjung saja, namun carikan solusi agar permasalahan yang kami hadapi dapat terselesaikan, misalnya listrik, jalan raya, fasilitas sekolah dan fasilitas kesehatan,” kata Salah seorang tokoh masyarakat dusun Bandar Agung, Kecamatan Sindang Beliti Ulu, Padil (55).

Padil adalah orang yang menyumbangkan lahannya untuk dijadikan lokasi membangun sekolah dan musala di desa Bandar Agung tersebut. Oleh karena itu ketika ada kesempatan untuk bertemu langsung dengan pejabat tinggi Provinsi Bengkulu, tidak disiasiakan oleh Padil. 

Untuk sekedar menyampaikan keluh kesah warga dan kesempatan yang baik juga untuk diabadikan dengan jepretan kamera warga dan wartawan. 

Padil pun selalu mencari posisi yang terbaik dan berusaha selalu dekat  gubernur dan danrem agar dijadikan sebagai obyek jepretan kamera. Walaupun di usia 65 tahun namun secara kemampuan fisik masih kuat untuk naik turun tebing jalan dilingkunganya. 


Tokoh masyarakat yang  menggunakan seragam biru korpri ini semagat menceritakan keadaan desanya kepada sejumlah jurnalis. “Infrastruktur jalan menjadi kendala utama bagi kami, selain itu fasilitas penunjang pendidikan dan fasilitas kesehatan,” Kata dia.(**)

Surat Untuk Bupati Suherman di Terima Gubernur Junaidi


Iringan Gub disambut Siswa SD
KETIKA kunjungan kerja Gubernur H. Junaidi Hamsyah, M.Pd, Danrem 041/ Gamas Kol. Inf Achmad Sudarsono dan pejabat teras Pemda Provinsi Bengkulu lainnya disambut meriah oleh warga dan siswa sekolah dasar (SD). Hal ini jelas mengisyaratkan betapa riang gembiranya warga dusun Bandar Angung dikunjungi oleh pejabat tinggi di Provinsi Bengkulu. Kunjungan kerja gubernur tersebut jelas menjadi hal yang asing dan sekaligus istimewa bagi mereka.  

Christopher Bengkulu 

Dari jauh hari mereka telah mempersiakan sambutan atas kedatangan Gubernur Junaidi Hamsyah , Danrem 041/Gamas Kol. Inf Achmad Sudarsono. Pemdangan ini terlihat dari banyaknya warga yang menantikan kedatangan rombongan pengambil kebijakan di Provinsi Bengkulu tersebut.  

Adalah ibu Ruhaini (25) yang  telah mempersiapkan diri tiga hari sebelum kedatangan Gubernur dan rombonganya. Ibu Ruhaini telah memilih pakaian yang akan digunakan ketika hari yang ditunggu-tunggu tiba. Dipilihlah baju dengan warna merah hati, jilbab putih. Inilah penampilan yang tepat untuk menyambut kedatangan Gubernur dan rombongan tersebut. Selain mempersiapkan diri dari sisi penampilan, Ruhaini juga mempersiapkan diri menyusun kata dalam secarik kertas putih. Bukan hanya ibu Ruhaini yang mempersiapka diri dari jauh hari namun hampir seluruh warga desa Bandar Agung melakukan hal yang sama. Yakni mempersiapkan diri untuk menyambut pejabat penting di Provinsi Bengkulu tersebut. 

Siswa SD Sambut Gubernur

Rupanya ibu Ruhaini ingin menyampaikan keluhan atas uneg-uneg warga sekitarnya mengenai anak-anak sekolah dasar (SD) yang tidak pernah mengikuti upacara bendera setiap Senin seperti kebanyakan siswa sekolah di daerah lainnya. “Jangankan upacara bendera pada hari Senin, upacara 17 Agustus pun tidak dilaksanakan,” ujar dia gelisah. 

Kegelisahan tersebutlah lalu dituangkan tulisan di secarik kertas yang dimintanya dari anaknya untuk menuangkan uneg-uneg tersebut, lalu disampaikan kepada pejabat yang dirasa dapat membantu memecahkan masalahnya. Kegelisahan Ruhaini tersebut bukan hanya dirasakanya sendiri namun dirasakan juga oleh sembilan warga yang juga orang tua wali siswa yang lainya. 

Secarik kertas surat bersampulkan sampul merk Airmail tersebut berisikan meminta kebijaksanaan Bupati Rejang Lebong untuk memperhatikan sekolah di Dusunnya, dan menegur kepala sekolah yang kurang aktif menjalankan tugasnya datang kesekolah di dusun mereka, sehinga anak-anak kurang diperhatikan dan tidak pernah upacara bendera. Rencananya surat tersebut disampaikan kepada bupati Rejang Lebong Suherman, Namun karena yang bersangkutan tidak bisa hadir, maka surat tersebut di sampiakan kepada Gubernur Bengkulu H. Junaidi Hamsyah. “Silahkan Bapak baca surat kami ini pak, dan kami minta kebijaksanaan bapak, karena anak-anak kami disini tidak pernah merasakan upacara bendera,” kata dia saat mencegat iringan kendaraan dinas Gubernur yang mulai beranjak meninggalkan lokasi acara penutupan TMMD Imbangan di desa mereka pada Sabtu 30 Agustus lalu.(**)

Warga Cegat Gubernur Minta Bacakan Surat Bersampul Air Mail

Ruhaini Mencegat Gubernur (Topher)
BENGKULU – Usai menutup acara TNI manunggal membangun desa (TMMD) di Desa Bandar Agung, kecamatan Sindang Beliti. Iring-iringan konvoi kendaraan Gubernur Bengkulu H. Junaidi Hamsyah, M.Pd dicegat warga yang ingin menyampaikan aspirasinya melalui surat bersampul Air Mail. 
“Silakan Bapak Gubernur baca surat kami pak,” ujar Perwakilan masyarakat Dusun Bandar Agung Ruhaini (35) anak yang mewakafkan lahannya untuk lokasi sekolah SDN 10 Bandar Agung usai mencegat laju kendaraan dinas Gubernur saat meninggalkan lokasi acara, Sabtu (30/8). Menanggapi surat tersebut Gubernur H. Junaidi Hamsyah, M.Pd mengatakan surat tersebut ditujukan kepada Bupati Rejang Lebong Suherman. Hanya saja Bupati Rejang Lebong tidak hadir dan hanya diwakili oleh Wakil Bupati Rejang Lebong Syafewi, S.Pd. Sehingga suratnya disampaikan kepada Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah. “Saya sudah baca surat, hanya saja surat tersebut ditujukan kepada Bupati Rejang Lebong,” kata dia. 

Surat yang berisikan keberatan terhadap Nurlia menjabat sebagai kepala sekolah disini (Bandar Agung) dikarenakan tidak pernah aktif dalam menjalankan tugasnya sebagai kepala sekolah. Oleh karena itu kami selaku masyarakat minta kebijakasanaan bapak untuk menganti kepala sekolah yang tersebut di atas dan dipindahkan ketepat lain. Surat yang tindatangani oleh M. Padil pewakaf tanah sekolah dan mesjid di Dusun Bandar Agung. Juga malampirkan 10 nama yang tidak setuju terhadap keberadaan kepala sekolah atas nama Nurlia yang mereka nilai tidak aktif datang ke sekolah. (yakni M. Padil, Neli Paridah, Edy Iriawan, Lepian, Rohaina, Ibnu, Leni, Ris, Lubis, Efri. Bahkan Gubernur sangat antusias mendengarkan keluhan orang tua siswa yang mengeluhkan bila siswa SDN 6 tidak pernah upacara bendera. “Mungkin saya akan hadir pimpin upacara disini,” jelas dia sebelum membaca surat warga tersebut. (hcr)

Jumat, 05 Desember 2014

CPNS Mundur Disiapkan Sanksi

Ilustrasi CPNS 

RBI, BENGKULU – Banyak masyarakat yang mengincar untuk menjadi PNS bahkan sanggup untuk membayar mahal. Namun sangat disayangkan bila ada yang sudah diumumkan lulu CPNS namun mengundurkan diri.
Kepala BKD Provinsi Bengkulu Tarmizi, B.Sc, S.sos melalui Kabid Perencanaan dan pengembangan karir mengatakan peserta tes  CPNS yang sudah dinyatakan lulus untuk tidak mengundurkan diri. 
"Jangan sampai ada yang sudah diumumkan lulus tapi mengundurkan diri hal yang demikian merugikan peserta lainnya," kata dia. 
Dijelaskan dia berdasarkan informasi yang diterima ada peserta yang mengundurkan diri karena terikat dengan salah satu perusahaan dimana saat ini bekerja.
“Benar ada isunya salah seorang peserta akan mengundurkan diri karena terikat pada perusahaan yang bersangkutan lulus," ujar dia.
Namun bila hal tersebut benar, jelas sangat disayangkan dan merugikan pemerintah daerah, sehingga BKD sekarang sedang mempertimbangkan untuk memberikan sanksi kepada yang bersangkutan berupa denda.
Mengundurkan diri ini akan merugikan daerah dan masyarakat yang sangat mengharapkan lulus menjadi PNS. Karena peminat formasi tersebut sangat banyak masyarakat yang mau jadi PNS, sehingga apa yang dilakukan tersebut menyia-nyiakan kuota yang sudah diberikan pusat kepada daerah. 
"Saya akan berkoordinasi dengan Sekprov dan Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah. Agar sanksi yang dibuat nantinya bisa dipertimbangkan oleh peserta. Termasuk mekanisme jika memang nantinya ada peserta yang mengundurkan diri," ujar dia.
Sepertinya memang perlu diancam supaya tidak mengundurkan diri, tapi kalau memang ada akan diusulkan penggantinya peserta yang berada dinomor urutam di bawahnya, agar tidak ada formasi yang kosong. 
"Sanksi tegas akan diberlakukan, agar tidak terulang lagi dikemudian hari," tutup dia. (hcr)

Pejabat BKD dan Peserta Berangkat ke Jakarta Temui Panselnas


RBI, BENGKULU - Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Karir Drs.Tarmawi mengakui telah terjadi kekeliruan dari Panselnas, terkait hasil pengumuman CPNS Pemda Provinsi Bengkulu. Oleh karena itu untuk mendapatkan informasi yang valid dan perbaikan kesalahan tersebut akhirnya pejabat BKD Provinsi bengkulu dan peserta yang protes berangkat ke Jakarta untuk menemui panselnas. "Protes dan informasi temuan kekeliruan nilai tersebut kami sampaikan ke Jakarta, Apalagi ada empat orang yang memprotes mengenai nilai tersebut benar karena nilainya lebih tinggi dari yang dinyatakan lulus,” katab dia kepada jurnalis yang menemuinya di ruangan kerjanya, Jumat (5/12/2014). 

Menurut dia, pihaknya telah mengutus pejabat dan staf BKD untuk menyelesaikan masalah yang diungkapkan oleh peserta tersebut ke Jakarta. “Dari informasi yang didapat, saat ke Kantor BKN di Jakarta, ternyata di ruang Panselnas kosong dan tidak ada orangnya,” kata dia. 

Menurut keterangan orang BKN mereka sedang melayat ada salah satu rekan kerjanya yang dapat musibah meninggal dunia. Terkait apa yang akan diputuskan oleh Panselnas
mengenai protes yang disampaikan oleh peserta tersebut semuanya diserahkan kepada panselnya apapun keputusanya. “Kami serahkan kepada Panselnas apapun keputusan mengenai protes dan kesalahan yang mereka buat, apapun hasilnya nanti akan diumumkan agar masyarakat dapat mengetahuinya,” ujar dia. 

BKD sudah umumkan mengenai kelulusan CPNS pada tanggal 2 Desember, karena BKD menerima berkas pengumuman dari Panselnas hari Jumat tanggal 28 November, lalu baru pulang hari Sabtu 29 November dan hari Senin masuk kantor baru tanggal 2 Desember diumumkan.
"Senin kami kroscek dan sehari minta tanda tanggan SK gubernur, dan setelah kami ferifikasi tidak ada masalah, hari maka pada Selasanya kami umumkan, sedangkan pada tanggal 3 baru bermunculan protes dari peserta, ada yang lulus dibawa nilai mereka yang complain,” kata dia. 

BKD tidak pernah merubah nilai atau memperbaiki nilai sebelum diumumkan, Sebelum diumumkan BKD hanya menunggu SK Gubernur. “BKD menerima nilai peserta secara keseluruhan dan nilai perengkingan berdasarkan formasi, dari sekian ribu dan tidak mungkin di umumkan semua,” jelas dia. 

Berdasarkan rengking nilai hasil test menggunakna sistem CAT, misalnya untuk formasi penyuluh sosial, yang lulus misalnya 50, sedangkan fomsinya 3 orang maka yang diumumkan 3 orang rengking 1 sampai 3. “Bagi peserta yang merasa lulus agar segera melengkapi berkas karena tanggal 12 Desember hingga 17 Desember mulai melakukan pemberkasan, karena seminggu ini BKD masih menunggu peserta yang lulus agar melapor dengan BKD untuk segera melengkapi persyaratan seperti SKCK, keterangan sehat dari dokter, keterangan bebas narkoba dan ini diprediksikan akan memakan waktu lama,” kata dia. (hcr)

Investigasi Perengkingan Nilai CPNS Sistem CAT



Wagub Sultan B Najamuddin  

Sultan: Pemahaman Sistem CAT ini Belum Selesai
RBI, BENGKULU – Protes yang dilakukan oleh peserta tes CPNS Pemerintah Propinsi Bengkulu tahun 2014 adalah sangat wajar. Karena pemahaman mengenai mekanisme perengkinan sistem CAT ini belum duduk atau belum selesai baik pada dataran peserta sendiri maupun pada dataran BKD sendiri. Apalagi ada peserta dengan nilai tinggi namun tidak lulus malahan peserta dengan nilai berada dibawahnya lulus.
Ide Dasar pemerintah menerapkan sistem Computer Assasted Tes (CAT) sangat baik, Cuma tingkat pemahaman mengenai mekanismenya yang masih diragukan. “Bila ada dugaan kecurangan dalam peringkingan peserta yang lulus bisa saja terjadi karena pemahamannya memang belum duduk, semuanya mendasarkan diri pada Panselnas, sedangkan panitia daerah pemahamannya belum maksimal,”kata Wakil Gubernur Bengkulu Sultan B Najamuddin, kepada jurnalis, Jumat (5/12).
Sultan bahkan mengaku prihatin terhadap adanya protes hasil tes dari calon Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Propinsi Bengkulu tahun 2014 ini. “Saya akan mengambil langkah-langkah dan akan melakukan investigasi yang mendalam mengenai proses tersebut untuk langkah-langkah perbaikan, sehingga orang yang menjadi pegawai Pemda Provinsi Bengkulu benar-benar berkualitas dan memiliki visi pembangunan yang jauh kedepan,” kata dia.
Bahkan ada penilaian masyarakat kepada pemerintah dan panita daerah mengenai aroma KKN dan Aroma permainan uang dalam proses perengkingan nilai CPNS dan dinyatakan lulus tersebut. "Sudah saatnya perekrutan CPNS di pemerintah provinsi Bengkulu ini benar-benar bersih dan bebas dari berbagai dugaan dan keraguan masyarakat, sehingga bila prosesnya sudah benar maka SDM yang didapatkan tidak akan neko-neko dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi negara,” Ujar dia.
Selain itu, Sultan juga menyoroti banyaknya CPNS Pemerintah Propinsi Bengkulu yang lulus tahun ini besar berasal dari luar Bengkulu. Tentu saja menimbulkan pertanyaan yang besar di Bengkulu sendiri, apakah kualitas lulusan Bengkulu kalah bersaing dan atau yang lainnya. Apalagi ada komitmen Pemerintah Daerah untuk memprioritaskan lulusan CPNS nya adalah putra daerah. “Bila banyak lulusan CPNS dari luar Bengkulu, ditakutkan nantinya akan dijadikan sebagai batu loncatan saja, lulus di Bengkulu dan mengajukan pindah tugas kedaerah asalnya,”kata dia.
Untuk menghindari ketakutan tersebut tentu saja perlu dibuat regulasi agar CPNS yang lulus tersebut harus mengabdikan dirinya kepada pemerintah provinsi Bengkulu selama priode tertentu. “Oke kalau yang bersangkutan ingin tetap tinggal dan mengabdi di Pemda Provinsi Bengkulu, namun bila tidak betah dan mengajukan pindah? Inilah perlu regulasi khusus bagi CPNS yang lulus di Pemda Provinsi Bengkulu dan berasal dari luar daerah,” tutup dia. (hcr)

Diduga Panselnas Lakukan Kesalahan



RBI, BENGKULU - Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Karir BKD Provinsi, Drs.Tarmawi mengakui telah terjadi kekeliruan dari Panselnas, terkait hasil pengumuman CPNS Pemda Provinsi Bengkulu. Oleh karena itu untuk mendapatkan informasi yang valid dan perbaikan kesalahan tersebut akhirnya pejabat BKD Provinsi bengkulu dan peserta yang protes berangkat ke Jakarta untuk menemui panselnas. 
"Protes dan informasi temuan kekeliruan nilai tersebut kami sampaikan ke Jakarta. Apalagi ada empat orang yang memprotes mengenai nilai tersebut benar karena nilainya lebih tinggi dari yang dinyatakan lulus,” katanya kepada jurnalis yang menemuinya di ruangan kerjanya, Jumat (5/12/2014). 
Menurut dia, pihaknya telah mengutus pejabat dan staf BKD untuk menyelesaikan masalah yang diungkapkan oleh peserta tersebut ke Jakarta. “Dari informasi yang didapat, saat ke Kantor BKN di Jakarta, ternyata di ruang Panselnas kosong dan tidak ada orangnya,” kata dia. 
Menurut keterangan orang BKN mereka sedang melayat ada salah satu rekan kerjanya yang dapat musibah meninggal dunia. Terkait apa yang akan diputuskan oleh Panselnas
Mengenai protes yang disampaikan oleh peserta tersebut semuanya diserahkan kepada panselnya apapun keputusannya. “Kami serahkan kepada Panselnas apapun keputusan mengenai protes dan kesalahan yang mereka buat. Apapun hasilnya nanti akan diumumkan agar masyarakat dapat mengetahuinya,” ujar dia. 
BKD sudah umumkan mengenai kelulusan CPNS pada tanggal 2 Desember, karena BKD menerima berkas pengumuman dari Panselnas hari Jumat tanggal 28 November, lalu baru pulang hari Sabtu 29 November dan hari Senin masuk kantor baru tanggal 2 Desember diumumkan.
"Senin kami cross check dan sehari minta tanda tanggan SK Gubernur, dan setelah kami verifikasi tidak ada masalah, maka pada Selasanya kami umumkan. Sedangkan pada tanggal 3 baru bermunculan protes dari peserta. Ada yang lulus dibawa nilai mereka yang komplain,” kata dia. 
BKD tidak pernah merubah nilai atau memperbaiki nilai sebelum diumumkan. Sebelum diumumkan BKD hanya menunggu SK Gubernur. 
“BKD menerima nilai peserta secara keseluruhan dan nilai perangkingan berdasarkan formasi, dari sekian ribu dan tidak mungkin diumumkan semua,” jelas dia. 
Berdasarkan rengking nilai hasil test menggunakan sistem CAT, misalnya untuk formasi penyuluh sosial, yang lulus misalnya 50, sedangkan fomsinya 3 orang maka yang diumumkan 3 orang rengking 1 sampai 3. 
“Bagi peserta yang merasa lulus agar segera melengkapi berkas karena tanggal 12 Desember hingga 17 Desember mulai melakukan pemberkasan. Karena seminggu ini BKD masih menunggu peserta yang lulus agar melapor dengan BKD untuk segera melengkapi persyaratan seperti SKCK, keterangan sehat dari dokter, keterangan bebas narkoba dan ini diprediksikan akan memakan waktu lama,” kata dia. (hcr)