Senin, 08 Desember 2014

Pantai Panjang Terus Berbenah Seperti Losari

Malam Gemerlap Lampu dan Sepeda Hias

BENGKULU – Kreativitas pemerintah untuk terus melakukan pembenahan dan mempercantik kawasan wisata Pantai Panjang terus dilakukan. Bahkan wajah Pantai Panjang sudah dipercantik dengan adanya merek Pantai Panjang yang sedang masa pembangunan. 

“Sudah banyak yang datang kesini untuk sekedar berpoto di merek Pantai Panjang ini, yang dibangun di sisi sebelah kanan sport center,” kata seorang pekerja yang minta namanya tidak dituliskan. 
Tulisan Pantai Panjang Jadi Daya Tarik Tersendiri

Sementara itu mahasiswa Unib yang baru saja usai berpoto di Pantai Panjang dengan latar belakang merek Pantai Panjang yang sedang dibangun tersebut mengatakan pantai panjang semakin bagus sudah seperti di Losari. 

“Ada merek pantai panjangnya seperti di Losari,” ujar Jaka mahasiswa Unib semester akhir ini. 

Bukan hanya Jaka, Novie juga memuji keindahan Pantai Panjang yang terus berbenah. “Walaupun belum usai dibangun namun kami sudah ingin berpoto disana,” ujar dia. 

Sementara itu Kadishubkominfo Drs. Misran Musa melalui Sekretaris Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi, Ir. Budi Sudjatmiko mengatakan adanya pembangunan merek Pantai Panjang ini sebagai bentuk dari keseriusan pemerintah untuk menjadikan pantai panjang ini sebagai lokasi wisata keluarga yang aman dan nyaman bagi masyarakat di provinsi Bengkulu maupun masyarakat dari luar provinsi Bengkulu. “Pemerintah menyiapkan fasilitas di pantai panjang dan sebaliknya masyarakat wajib untuk menjaganya, agar tetap bertahan dan menjadi daya tarik tersendiri,” kata dia. 

Selain itu jika malam hari disekitar sport center sudah ada becak aneka warna yang sekarang sangat diminati masyarakat dan juga sorenya ada sepeda yang bisa dimanfaatkan masyarakat. “Saya kira kawasan wisata kebanggan kita ini semakin meriah dan semakin banyak masyarakat yang kreatif memanfaatkan moment, dengan adanya becak warna juga menjadi daya tarik tersendiri,” ujar dia. 

Disisi lain kepada pedagang untuk tidak menutup jalur joging track yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berolahraga dipagi hari.“Silakan dicek pagi hari banyak eleman masyarakat untuk melakukan olahraga dengan memanfaatkan jalur jogging track ini, hanya saja sekarang pedagang masih memanfaatkannya untuk berjualan, dan kedepan kami harapkan fasilitas umum tersebut jangan digunakan untuk berjualan, karena itu adalah milik publik dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum untuk berolahraga sembari menyaksikan keindahan pantai panjang, dipagi hari,” tutup dia. (hcr)

Pedagang Wajib Jaga Kebersihan Pantai Panjang

Pantai Panjang Bengkulu


BENGKULU – Pantai Panjang obyek wisata kebanggan provinsi Bengkulu kini mulai berbenah. Kemarin ribuan PNS Provinsi Bengkulu membersihkan kawasan Pantai Panjang mulai dari Pasir Putih hingga ke Pantai Berkas. 

Namun ada persoalan serius saat ini. Yaitu ratusan pedagang telah memadati bawah pohon cemara dan sepanjang jalan PP. Sehingga terlihat semrawut dan tak tertata.   

Pemerintah berharap peran semua pihak yakni masyarakat, pengunjung untuk ikut berpartisipasi menjaga kebersihan pantai panjang. Bahkan nanti dirancang akan diterapkan sanksi bagi pedagang yang tidak ikut berpartisipasi dalam menjaga kebersihan pantai panjang tersebut. 
Sunset Pantai Panjang

“Pemeliharaan kawasan wisata adalah tanggung jawab bersama. Bila pengunjung nyaman dan aman maka yang diuntungkan adalah semua pihak, pedagang, pemerintah dan sebagainya,” ujar Kepala Dinas Perhubungan komunikasi dan Informasi Provinsi Bengkulu Drs. Misran Musa, melalui Sekretaris Dinas Ir. Budi Sujadmiko kepada jurnalis usai ikut membersihkan pantai panjang di depan rumah Makan Marola, Jumat (3/10). 

Jika Pantai tertata rapi dan kebersihannya terjaga maka pantai panjang akan semakin terkenal. “Jadi bukan hanya karena akan ada acara lalu dilakukan kebersihan namun sudah menjadi kewajiban pedagang untuk menjaga kebersihannya,” kata dia. Diakui Budi mengenai fasilitas pendukung, misalnya bak sampah yang ditempatkan di Pantai Panjang memang masih kurang, namun jika pedagang berinisiatif untuk iuaran dan membeli bak sampah, tentuk akan lebih baik lagi. “Sehingga sampah tidak berserakan yang membuat keindahan pantai menjadi terganggu,” jelas dia. 

Selain itu bila sampah sudah ditumpuk, maka mobil kebersihan kota tinggal angkutnya lagi dan membuangnya ke tempat pembuangan akhir. 

“Makanya dalam waktu dekat ini antara Pemda Provinsi Bengkulu dan Pemda Kota Bengkulu akan duduk bersama untuk membahas mengenai penataan pantai panjang tersebut terutama mengenai penataan pedagang dan kebersihan pantai panjang,” jelas dia. 

Disisi lain mengenai apakah Jumat bersih yang dibebankan kepada SKPD di Provinsi Bengkulu itu hanya sifatnya membantu pedagang untuk menjaga kebersihan. “Kami sifatnya hanya membantu,” jelas dia. 
Sunset Pantai Panjang

Disisi lain kepada pedagang juga jangan sampai saat berdagang tersebut untuk tidak menganggu view pantai panjang. “Kalau sudah menutupi pantai panjang dengan pondok-pondok yang dibangun itu kesannya kumuh dan keindahan pantai tidak terlihat lagi. Sehingga akan mengurangi daya tarik pantai itu sendiri,” kata dia. 

Terkait dengan sanksi bagi pedagang yang tidak mau menjaga kebersihan pantai itu akan lebih baik timbul dari pedagang itu sendiri. “Pantai Panjang merupakan milik bersama dan oleh karena itu salah jika masyarakat tidak mau menjaganya dan adanya sanksipun adalah untuk memaksa masyarakat agar patuh pada aturan jika sudah patuh maka tidak perlu sanksi lagi,” tutup dia. (hcr)

670 Desa di Bengkulu Masuk Hutan Lindung


BENGKULU - Gubernur Bengkulu H.Junaidi Hamsyah, S.Ag, M.Pd mengatakan sebanyak 670 desa di Provinsi Bengkulu masuk dalam kawasan hutan lindung. Yaitu konservasi (Taman Nasional Kerinci Sebelat, Hutan Lindung, Cagar Alam, Hutan Produksi dan kawasan hutan peruntukan lainnya).
Taman Nasional Kerinci Seblat 


Hal diketahui setelah dilakukan identifikasi mengenai letak dan gerografis desa tersebut. "Ada ratusan desa di Provinsi Bengkulu masuk dalam kawasan Lindung, dan kawasan konservasi,” kata Gubernur Junaidi Hamsyah, kepada jurnalis melalui pesan singkatnya, Kamis (2/10)

Oleh karena itu kepada desa-desa tersebut sulit untuk dilakukan pengembangan dan pembangunan infrastruktur terhadap desa tersebut. “Sulit untuk dikembangkan, dan dibangun fasilitas serta infrastruktur umum lainnya,” kata Junaidi yang menjadi pembicara Dialog Nasional Hutan Adat di Jakarta (2/10) yang juga dihadiri oleh Kepala Daerah se Indonesia.

Karena kondisinya demikian sehingga mengakibatkan benturan antara kepentingan ekologi kawasan hutan dengan kepentingan ekonomi masyarakat pada kawasan hutan ini. “Kita menginginkan pembangunan untuk peningkatan ekonomi desa, namun ada benturan berbeturan dengan pertaturan Menteri Kahutanan yang tidak memperbolehkan untuk membangun sarana pra sarana peningkatan ekonomi di kawasan hutan konservasi dan atau kawasan hutan lindung,” tutup dia. (hcr)

Garuda Indonesia Hadirkan Boeing Seri 737 800


BENGKULU  - Maskapai penerbangan Garuda Indonesia (GI) meningkat pelayanan untuk konsumen di Bengkulu, dengan mengganti pesawat berkapasitas besar. Sehingga penumpangnya lebih banyak dari sebelumnya.

General Manager Maskapai Garuda Indonesia Bengkulu M. Agus Kusrianto, mengatakan, saat ini di Bengkulu rute penerbangan sebanyak dua kali pagi dan sore setiap harinya. Dari Jakarta ke Bengkulu dan Bengkulu ke Jakarta dengan Boeing 737 500, dengan tempat duduk hanya sekitar 100 sit, setelah adanya pengantian pesawat menjadi Boeing 737 800 dengan 162 sit. "Untuk meningkatkan pelayanan terhadap para penumpang, kami melakukan pergantian pesawat dengan kapasitas penumpang lebih banyak, karena adanya permintaan dan tingginya animo masyarakat Bengkulu untuk menggunakan pesawat Garuda," kata Agus dalam keterangan persnya, Rabu (1/10) di Bandara Fatmawati Bengkulu.

Dijelaskan Agus, peningkatan pelayanan dari Maskapai Garuda ini untuk masyarakat Bengkulu menjadi prioritas perusahaanya. “Apalagi penumpang yang ingin menggunakan pesawat Garuda saat ini sudah sangat tinggi bahkan saat liburan kerja, sekolah dan kuliahan jumlah penumpang membludak dan bahkan tidak tertampung lagi,” ujar dia. 

Selain melakukan pergantian pesawat program manajemen Garuda Indonesia melakukan peremajaan pesawat. Dengan pesawat yang berbadan besar dan tempat duduk pesawat yang banyak, akan lebih meningkatkan market Garuda di Bengkulu. “Peremajaan pesawat jenis terbaru ini untuk mendukung program pemerintah daerah dalam memajukan bidang transportasi udara. Mengingat semakin meningkatnya pelayanan transportasi udara, maka akan banyak orang yang datang ke Bengkulu,” kata dia sembari mengatakan tiketnya relatif terjangkau oleh konsumen dan masyarakat Bengkulu. (hcr)

RMSY Buat Klinik Ekslusif


BENGKULU – Jumlah pasien RSMY telah Over Load sehingga mengakibatkan banyak pasien tidak terlayani secara maksimal. Hal ini disebabkan oleh puskesmas tidak maksimal layani warga. Kritikan ini disampaikan oleh Gubernur Bengkulu, H. Junaidi Hamsyah, M.Pd saat membuka acara peresmian pelayanan kateterisasi jantung dan pembuluh darah di RSUD M Yunus, Senin (30/9). “Jumlah pasien di RSMY ini sudah overload karena puskesmas tidak maksimal layani warga,” kata Junaidi. 

Dijelaskan Junaidi selain puskesmas tidak maksimal layani warga, juga karena keterbatasan sumberdaya (Dokter), fasilitas dan dana, bahkan jika ada petugasnya pun tidak memberikan pelayanan dengan baik.“Misalnya pasien tidak disambut dengan sapa, salam dan senyum yang banyak diaplikasikan oleh perusahaan swasta,” jelasnya. 
RSUD M.Yunus Bengkulu  

Bukan hanya di Puskesmas, di RSMY juga masih ada petugas yang tidak ramah dalam melayani masyarakat yang ingin berobat. Bahkan jawabannya sangat tidak etis untuk disampaikan kepada pasien yang sedang sakit. 

“Sengaja saya buka disini agar ada perbaikan dan RSMY menjadi RS rujukan yang memang nyaman dan aman untuk masyarakat,” kata dia.
Bahkan selaku Gubernur, Junaidi, pernah berkunjung malam-malam ke RSMY dan ingin melihat langsung pelayanan terhadap masyarakat yang berobat. “Saya sering kunjungi kesini malam-malam dan saya merasakan betul peyanan disini sangat tidak memuaskan,” jelas dia.

Pernah Junaidi menanyakan kepada seorang perawat yang bertubuh gemuk, dan menjawab sekenanya saja saat diajukan pertanyaan. “Kekurang nyamanan dari petugas dan perawat yang menjawab sekenanya. Padahal keluhan pasien ada yang sampai kepada saya, ada pasien pernah jatuh gara-gara mau keWC namun karena licin sehingga pasien tersebut jatuh,” ujar dia.

Junaidi berharap dengan adanya informasi demikian pihak Management RSMY untuk berbenah sehingga bisa benar-benar mewujudkan pelayanan yang nyaman dan memuaskan kepada masyarakat. “Saya berharap petugas-petugasnya jangan menjawab sekenanya saat ditanya pesien, perlakukanlah pasien tersebut sebagai orang yang memang berobat dan sehingga sakitnya bisa sembuh saat berobat ke RSMY,” kata dia.

Gub Janji Anggarkan Dana 
Gubernur Junaidi berjanji menganggarkan sejumlah dana untuk membantu membuat RSMY ini menjadi nyaman dan aman untuk dikunjungi pasien. Apalagi RSMY ini menjadi RS rujukan dari 9 kabupaten/satu Kota. “Saya semangat jika memang ada perbaikan di managementnya,” sampainya.

Dijelaskan Junaidi, dirinya percaya kepada Dirut RSMY Drg. Daisy Novira untuk memperbaiki management RSMY ini. “Jika perlu didatangkan tenaga yang bisa mensuport perbaikan sistem dan management RSMY ini,” kata dia.

Bahkan Junaidi mempersilakan pihak RSMY untuk mengecek di bagian Poli mana yang paling ramai dikunjungi pasien untuk berobat. 
“Silakan dicek di Poli mana yang paling banyak dikunjungi pasien dan nanti pada 2015, jika memungkinkan silakan dianggarkan sejumlah dana berapapun jumlahnya. Misalnya Rp 100 M, untuk membangun poli tersebut, dan kita namanya Klinik Eklusif,” jelas dia.

Nantinya klinik Eklusif ini, bentuknya bukan seperti RS, melainkan seperti di Hotel berbintang cara pelayanannya. Untuk melayani masyarakat yang berobat nanti dipilihkan SDM yang memang berkualitas, tidak perlu PNS atau kontrak, yang dicari adalah jika ada SDM yang mumpuni dan berkualitas dan mau mengabdi kepada masyarakat ditempatkan disana. 

“Kita akan pilih SDM yang berkualitas, sehingga pelayanannya nyaman, begitu pula dengan penataan ruangannya, sehinga masyarakat bisa leluasa untuk berobat, bahkan mengenai dokter spesialispun akan dicari dokter yang memang memiliki komitmen yang tinggi untuk kemajuan Bengkulu bukan yang hanya menjadikan Bengkulu sebagai batu loncatan,” kata dia.

Disisi lain Direktur RSMY, Drg. Daisy Novarita mengakui siap untuk melakukan perbaikan pada management RSMY, dan siap melakukan apa yang disarankan Gubernur Bengkulu tersebut. “Kami siap melakukan perbaikan untuk kemajuan bersama kedepan,” singkatnya. (hcr) 

Masyarakat Mulai Sadar, Tanam Sawit Kurang Menguntungkan


BENGKULU – Masyarakat petani sawit sekarang mulai sadar. Mereka mulai mau beralih untuk menanam padi kembali. Namun dengan catatan masyarakat dibantu untuk irigasi (pengairan). 

“Saya kira ini adalah hal positif karena masyarakat sudah sadar dengan apa yang dilakukan selama ini. Dimana sawah banyak dijadikan kebun sawit dan setelah ditanami ternyata itu kurang menguntungkan masyarakat itu sendiri. Sehingga masyarakat mulai ingin kembali lagi bertanam padi,” ujar Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu, Ir. Evarini, MM kepada Jurnalis saat ditemui di Raffles City Hotel, Pantai Panjang, Senin (29/9) malam.
Ilustrasi Kebun Sawit

Menurut Evarini, setelah dijalani oleh petani ternyata bertanam sawit itu banyak sekali risikonya. Dimana saat memanen hasil harus diangkut sedangkan jalannya belum ada, lalu harus dipupuk, lalu banyak hal lainnya yang perlu dilakukan. Sedangkan bertanam padi sawah masyarakat diuntungkan, dimana selain mendapatkan hasil gabah kering juga bisa dilepasi ikan dan mendapatkan banyak keuntungangan. 

“Selain bisa bertanam padi sawah, masyarakat petani juga bisa melepas ikan, dan saat memanen hasilnya tidak terlalu berat, ” kata dia. Makanya saat masyarakat menyatakan ingin kembali bertanam padi dinas pertanian menyambut baik niat masyarakat tersebut bahkan pemerintah bertekad untuk membantu masyarakat tersebut melalui kelompok yang telah dibuat. “Pemerintah siap membantu masyarakat untuk mencarikan solusinya agar pengairan tidak terganggu. Pasalnya yang selama ini menjadi keluhan masyarakat dalam bertani padi sawah ini adalah air yang tidak stabil. Nah dengan irigasi bisa teratasi,” katanya. 

Memang selama ini ada kendala dimana lahan masyarakat lebih tinggi dari pada sungai, nah cara yang akan dilaksanakan adalah dengan menggunakan sistem sodetan dengan membendung air di atas sehingga bisa lebih tinggi dari lahan warga. 

“Kita rencanakan akan membuat sistem sodetan ini. Sehingga air bisa sampai ke lahan penduduk,” kata dia. 

Khususnya petani di Seluma sudah banyak yang sadar dan pentingnya menanam padi sawah dibandingkan Sawit. “Apalagi akhir-akhir ini harga sawit tidak stabil yang menyebabkan petani semakin ingin melakukan alih fungsi lahan sawit ke lahan pertanian padi sawah,” tutup dia. (hcr)

Minggu, 07 Desember 2014

Pemprov dan Danlanal Bangun Penyulingan Air Laut Jadi Air Tawar di Enggano

Ilustrasi Pulau Enggano
BENGKULU – Pulau terluar Provinsi Bengkulu yakni pulau Enggano, direncanakan akan dibangun alat penyuling alir laut yang bisa mengubah air asin menjadi air tawar layak konsumsi pada 2015. Teknologi mutakhir yang dikenal dengan D-Werc (Destilation Water Treatment Concept) itu merupakan bantuan khusus dari Danlanal Bengkulu serta Pemprov Bengkulu.

"Awalnya air itu untuk kebutuhan para prajurit yang berjaga disekitar Pulau Enggano. Namun oleh Danlanal air tersebut kegunaanya diperluas untuk masyarakat," ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Bengkulu Sorjum Ahyan, Sabtu (27/9).

Air hasil olahan D-Werc nantinya, menurut Sorjum, memiliki kapasitas produksi hingga 9 ribu liter per hari. Dengan kualitas air yang tak kalah baiknya dengan air kemasan yang biasa dikonsumsi masyarakat.

Sejauh ini, berdasarkan kesepakatan, guna mendukung distribusi air yang akan menggunakan alat senilai Rp3,5 miliar tersebut, Pemprov Bengkulu berjanji akan menganggarkan di APBD 2015, untuk pendistribusian air ke rumah warga di Pulau Enggano.

"Pulau enggano merupakan pulau terluar di Provinsi Bengkulu, terletak di administrasi Kabupaten Bengkulu Utara. Karena terdapat ribuan kepala keluarga, oleh karena itu perlu peningkatan kesejahteraan masyarakat sehingga masyarakat Enggano bisa setara dengan masyarakat lainnya," tutup Sorjum. (hcr)